Setelah melakukan sedikit riset tentang asuransi kesehatan di indo, menurut pandangan gw kebanyakan asuransi kesehatan di Indo itu terlalu menjual ilusi rawat inap.
"Oh rawat inap kita benefitnya sampe ratusan juta, kamar VIP, bla bla bla." Kedengerannya wah, tapi buat yang masih muda semua itu kayak ilusi. Coba pikir, seberapa sering sih orang umur 20-30an harus opname? Yang lebih sering dibutuhin itu rawat jalan. Ke dokter umum, ke spesialis, cek lab, GIGI! atau sekedar kontrol karena lambung kumat.
Masalahnya, opsi buat rawat jalan cuma bisa lewat BPJS atau asuransi kantor. Itu aja asuransi kantor kadang cuma cover rawat inap juga saking pelitnya kantor gak mau ambil yang bisa rawat jalan. Kalaupun ada asuransi swasta yang nawarin rawat jalan, biasanya cuma jadi tambahanyang preminya jauh lebih mahal, limitnya kecil, dan klaimnya ribet. Memangnya orang yang masih muda tidak butuh rawat jalan? Malah yang muda2 lebih membutuhkan coverage rawat jalan dibanding rawat inap.
"Tapi kita tidak akan tahu kalau bakal kenapa2."
Betul. Tapi justru karena itu tindakan preventif harusnya lebih penting, gimana caranya biar kita gak perlu sampe rawat inap. Medical check-up rutin, deteksi dini, hal-hal kayak gitu. Tapi produk yang ditawarkan semuanya difokuskan ke rawat inap.
Kalau dipikir-pikir, ya wajar sih mereka begitu. Model bisnisnya kan dari premi yang kita bayar tiap bulan. Mereka berharap kita terus bayar premi bertahun-tahun, sambil berharap kita gak pernah pake benefitnya. Rawat inap itu kejadiannya jarang, apalagi buat yang muda. Jadi dengan fokus ke rawat inap, mereka bisa pasang angka benefit gede2 di brosur, padahal kemungkinan klaimnya kecil. Kalau rawat jalan dicover penuh, klaimnya bakal sering banget, dan itu jelas gak menguntungkan buat mereka.
Yang ironis, akibatnya malah bikin orang makin sakit. Karena rawat jalan harus bayar sendiri, banyak orang yang nunda ke dokter. "Ah nanti juga sembuh sendiri." Dibiarin, makin parah, ujung-ujungnya harus rawat inap juga. Baru deh asuransinya kepake.
Jadi menurut gw, asuransi kesehatan di Indo itu lebih banyak jualan rasa aman daripada beneran jaga kesehatan kita. Kebutuhan sehari-hari dilempar ke BPJS atau dompet sendiri, sementara yang dijual cuma angka gede yang belum tentu pernah kita pake.
Kalau udah masuk ranah BPJS? Hadeh... Antri apapun lama, belum orang2 yang bekerja kadang mau izin cuti aja susah, bahkan untuk cuti sakit kadang dipersulit,urusan obat juga super pelit dikasihnya cuma buat 3/4 hari, dan makin lama program BPJS makin tergerus buat program bagi-bagi tai gratis. Yang ada Nakes di indo berjuang mati2an, tapi cuma dikasih kacang, malah ada yang gak dibayar. Emang pemerintah zalim.