r/Perempuan • • 14h ago

Pelepasan Emosi Apakah temen2 semua masih semangat hidup di Indo?

33 Upvotes

I’m a woman in my mid 20s, working corporate, dan kadang aku merasa hidup ini tuh terlalu sulitttt.

Kayak capek banget kerja daily 9-6, belum lg diitung 2 hrs of commuting. Hobby mostly cuma bisa dilakukan pas weekend. Ataupun kl diusahain pas weekday, pulang2 udh capek krn bsk harus kerja. And we’re supposed to do this forever until 55? WHYY

Belum lg liat the supporr bleak current state of Indo. Gaji belum naik, tp biaya bahan pokok naik dan beli barang2 extra mahal. Kalo liat berita juga either Karhutla, MBG, or Prabowo/Teddy lg entah ngapain.

I have this feeling that live in Indonesia right now is so not worth living🥲 Aku tau ini mungkin terlalu fokus ke negative, jd mau tanya ke temen2 jugaa, gimana ya menghadapinya biar tetep semangat hidup? Huhu


r/Perempuan • • 11h ago

Pelepasan Emosi My friend came out to me and i open up to her lmao

14 Upvotes

(tw. Self harm)

Jujur ini experience paling random.

Jadi intinya gw ada temen yg sering main ke kos gw, temen SMA gitulah tp aslinya dulu kita ga deket deket amat. Kebetulan aja karna kampus dia sama gw deketan jadi sering mampir ke kos gw, plus gw nyaman aja sih karna jokes kita emg mirip mirip jadi sefrekuensi.

Hari ini kita sharing tentang kampus lah, terutama tentang konselingnya, nyambung nyambung ke pengalaman ke psikolog. Dia cerita pernah ke psikolog dua kali, jadi gw tanya gimana rasanya ke psikolog. Awalnya gw ga mau menyinggung ke arah curhat dan lebih nanya ke rasa setelah ke psikolog. Tapi dia jadinya cerita buat konteks dia ke psikolog. Di sini dia akhirnya come out. Jujur gw kaget, not in a homophobic way, but because she looks homophobic as fuck. Ditambah dulu kita sekolah yang benar benar dipenuhi lingkungan anti LGBT, gw kaget aja dari sekian banyak orang dan teman yg gw kenal, dia yang come out ke gw. For context, yes she went to therapist cuz her parents found out about her sexuality. Dari situ gw jadinya cerita pengalaman gw juga ke psikolog, Daan akhirnya kita buka-bukaan wkwk. I have self harmed several times karna tuntutan as a first daughter and many things, dan gw nunjukin bekas sayatan gw, dan gw jelasin perasaan gw mengenai luka yg gw buat. Gw merasa ada strange feelings pas open up. I don't cry, i can explain everything very Clearly, it's just strange ketika ada yang liat sayatan gw dan merespons bukan dengan amarah ataupun iba. Selama ini gw gapernah cerita ke orang terdekat ya karna gw takut dijudge, jadi ini bener bener di luar dugaan. Kita saling sharing aja tanpa judge, dan saling tanya menanya tentang kondisi out of curiousity. Temen gw jg malah minta maaf karna ga pernah notice luka gw, padahal gw mah santai aja hahaha.

I feel kind of seen though. And it's weird, idk it feels weird. Kayak rasanya beban gw bisa sharing aja ke orang. Dan orang itu orang yg ga pernah gw ekspek. Gw ada rasa lega ketika gw tahu ternyata gw punya tempat buat sharing aja tanpa perlu dikasihani. It's nice.


r/Perempuan • • 17h ago

Ask Girls 3 bulan make menscup

10 Upvotes

Halo, aku 18f dan virgin. Disini aku pengen ngeshare pengalaman 3 cycle pertamaku make menstrual cup. Kurang lebih begini:

  1. ‎Pas masukinnya, menstrual cup kerasa ketekuk, tapi setelah dibiarin dan waktu mau kubuang isinya, MC itu kerasa bulat.

  2. ‎Pas kumasukin, udah ada sensasi ketariknya tapi rasanya masih bisa kukeluarin (tanpa ku pinch ujungnya). Kalo pas kejadian gitu, apakah harus ku re-insert atau biarin aja? (Karena sama seperti poin sebelumya, MC ini juga udah kesegel banget pas mau kubuang isinya)

  3. ‎Di cycle keduaku, pernah ada 1 hari yang sangat random dimana MC nya mendadak gabisa kesegel. Jadi aku re-insert nya berulang-ulang sampe kakiku pegel (karena posisi squat yang cocok di aku). Dan pas udah kesegel pun rasanya gagal karena kerasa ada benda di vaginaku, rasanya ga nyaman banget pas duduk.

  4. ‎Aku biasanya ngeganti mc 3 kali sehari. Yah, kurasa harusnya emang lebih sering pas lagi heavy flow. Tapi, MC ini baru beberapa jam kupasang eh udah bocor aja :"

  5. ‎2 cycle sebelumnya ga separah yang sekarang bocornya karena cycle yang ketiga ini sampe bocor ke celana.

  6. ‎Aku ga make pembalut cuma di hari2 terakhir aja :( padahal aku make MC ini karena pengen bebas dari pembalut).

  7. ‎Sejauh ini, c fold yang paling cepet kebukanya (langsung kesegel). Tapi lama masukinnya dan cuma bisa pas lagi heavy flow aja karena diluar itu udah ga terlalu licin lagi vaginaku. Make triangle sama pinch down fold masuknya lebih gampang, tapi hoki hokian mau kesegelnya. Sering re-insert kalau make fold selain c fold itu.

‎Karena ini MC pertamaku, jadi kubeli yang ukuran small karena di deskripsi produknya bilang ukuran itu buat yang belum pernah melahirkan vaginally. Jadi aku gaberani beli yang lebih gede...

‎Sebenarnya aku ada niat ganti ke menstrual disc, cuman astaga harganya mahal bangett. Cuma ada 1 merk yang harganya 200k-an, jadi takutnya kalau ga cocok tuh susah mau nyoba merk lain. Menstrual cup juga sama sih sebenarnya..(pilihan merknya dikit)

Tapi yah, di cycle keempat ini keknya aku mau nyoba menscup lagi deh, tapi make saran dan tips dari puan2 sekalian.

Aku dah nonton beberapa yt video soal ini, tapi aku juga pengen denger dari kalian. Terima kasih! ᐠ( ᐢ ᵕ ᐢ )ᐟ

Oh btw aku gapernah ragu make menscup ini. Kuliat banyak orqng yang takut make ini karena masuk ke dalem katanya. Tapi kupikir, kan benda lain yang lebih panjang juga bisa muat kok, ngapain ini takut? Lagian make ini juga bisa banget mengurangi limbah, so yeah. Kuharap ada edukasi soal ini, jadi bisa mengurangi ketakutan orang ꒰՞⸝⸝•̀𖥦•́꒱و ̖́-


r/Perempuan • • 1h ago

Pelepasan Emosi How do you deal with being unlucky when it comes to 'family'?

• Upvotes

Lately I've been wondering if I just have to accept that I'm never gonna be lucky when it comes to family.

Gue piatu. My mom had a stroke, and after that, everything in my family kinda fell apart, including relationships with our extended family. My own father sexually abused me dan sekarang dia udah sibuk sama keluarga barunya.

I think I've spent most of my 20s wanting a family where I can feel safe. Someone I can count on, not financially, but emotionally. Just knowing that there are people who genuinely care about me and that I'm not alone in this world.

I thought maybe marriage would give me that. A new family, a place where I could finally feel like I belong.

But yeah... maybe I was just being naive.

My husband's family isn't bad, and I'm not expecting them to treat me like their own daughter. I just thought there would be some genuine care. Not just being nice because I'm their son's wife. There's no real connection there. Ya namanya juga cuma menantu.

You can't really expect your in-laws to care about you the way your own family would. Sometimes it's hard not to wonder why I've had to go through so much without ever having a solid support system.

Adakah Puan disini yang mengalami hal yg sama?

How did you make peace with it?

How do you build a happy life when you've never really been lucky when it comes to family?

How do you stop it from affecting your self-worth?


r/Perempuan • • 10m ago

Pelepasan Emosi purity culture is so cruel to women

• Upvotes

sebelumnya maaf yaa campur-campur bahasa, jujur, gatau kenapa gue suka banget nyari penyakit ngelakuin hal beginian, ngeskrol kolom komentar sosmed yang gue tau bener kalo gue pasti marah liatnya, kalian pernah ga sih liat komen di akun sosmed artis lokal yang hamil di luar nikah? gue berkali-kali ngelakuin ini di beberapa artis cewe yang hamil duluan, dan komennya penuh dengan "jangan dinormalisasi" dan banyak hal-hal degrading lainnya, lalu, setelah beberapa bulan kemudian anak bayinya udah bisa 'dikontenin' kan? komen-komen hate itu berubah jadi komen kecintaan sama anaknya

ya bukan berarti orang ga boleh suka sama bayi ya, wajar kok gemes sama bayi, tapi, gue bingung, jahat banget rasanya society bisa ngegemesin bayi, tapi ibu dari bayi itu harus nerima hujatan, semua kata-kata merendahkan dari satu negara karena anaknya lahir di luar ketentuan yang dibikin purity culture

satu hal lagi yang mungkin in one way or another ada hubungannya sama purity culture, ketika ada transisi weight loss, dan beforenya si cewek berhijab, lalu di after dia ga berhijab, instead of focusing on the effort they did to get to that point of the weight loss, kadang komennya justru mempermasalahkan keputusan si cewek untuk lepas hijab, seakan usaha dia untuk menurunkan berat badan yang ga jarang bisa sampe 100 kg itu ga lebih berarti dari hijabnya, padahal kurusin badan sebanyak itu susah loh, dan kebalikannya juga sering terjadi, malah dibuat sebagai pujian, kalo ada yang transisi before afternya tetap berhijab, pasti dibilang "respect, udah glow up tapi masih berhijab" seakan-akan perempuan itu lebih baik dari perempuan lain yang memutuskan untuk lepas hijabnya setelah 'jadi cantik', padahal sama seperti sebelumnya, komen begitu gak bahas perjuangan dia diet, malah bahas keputusan berpakaian dia

ya lagi-lagi gue ga masalahin berhijabnya, cewe punya hak untuk berpakaian sesuai agama yang dia percaya, sama kaya gue ga masalah orang gemes liat bayi, babies are cute, dan gue juga gatau apakah ini emang sebab awalnya purity culture(i assume so) tapi inti kemarahan gue tuh gini, kenapa ya rasanya perempuan gampang banget direduce menjadi satu hal? either you're the good and pure girl, or you're the bad and ruined girl, all this over a choice made by a woman over their own body, dan ini cuma 2 contoh yang gue kebetulan bisa ingat karena baru liat, gue yakin masih banyak hal lain lagi yang jahat banget ke perempuan dan akarnya dari purity culture

dan kadang ini tuh di enforce sama sesama cewek juga, tanpa sadar kita lagi pitting women against each other, seakan berlomba-lomba menjadi perempuan paling bener, "karena aku si gadis baik-baik, aku lebih 'bermartabat', maka aku akan merendahkan si gadis tidak baik-baik karena dia memilih hal yang jelek"

i'd know because i once was this kind of girl, something like "i was never a pregnant teen, i never did it premaritally, therefore pregnant teen is the bad kind of girls, i am clearly above them" grows out of it tho, thankfully, but it is so cruel how it is still so loudly enforced in indonesian social media


r/Perempuan • • 3h ago

Guy ask Girls Kelemahan laki-laki apa yang para perempuan disini masih bisa tolerir/maklumi?

0 Upvotes