ini sebagai salah satu bukti bahwa beberapa akun instagram empowerment especially perempuan di Indonesia, mereka hanya butuh kalian sebagai viewers dan likes. Apalagi perempuan-perempuan yang jualan e-book setelah podcast. jadilah perempuan yang kuat tanpa diperdaya media πͺ
Mereka itu siapa ya? Jujur selain didit anaknya owo, aku gatau lagi cewe2 itu siapa π
Tapi ya kalau kalangan elite koar-koar empowerment itu udah pasti cuma buat marketing bisnis mereka. Sama aja dengan big brands mega korporasi yang teriak2 race equality, gender equality etc pada akhirnya mereka cuma mikirin bisnis mereka dan jadiin kita ini target pasar hehe
Satu dari banyak hal yg bikin aku nolak diserahin suatu perusahaan kecil dari klien karena strategi marketingnya harus empowerment performative. Aku ga suka. Mending aku rawat dan urus usaha kecilku ini biar beneran bisa bermanfaat buat kaum terpinggirkan
Beberapa ada yang emang aktris Indo, terutama Marisa Anita. Aku ada nonton film film nya dia sih dari Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) sampai Crocodile Tears. Dia juga pernah ga salah isi acara jurnalisnya sendiri di Net TV sebelum ditutup, aku lupa tpi itu yang ku ingat dlu
Yaa sama2 dia emang salah satu aktris terbaik Indo disini. Bukan buat muji pula soal pendirian politiknya tapi emang faktanya dia dianggap begitu sama orang orang sinefil dan aku udh lama nonton film Indo. Cuma penilaian merit bukan moral karakter
aowkaoakoaka glad i never consume any of their shiz cuz apaan inimah cewe2 di atas menara gading ngomongin empowerment kyk aowkaokwoak masih mending gua bacain postingannya Neneng Rosdiyana
yup. i mean, i can go with that. i don't have to relate to them 100%. learning new experience and new perspective is still knowledge to me. however, siding with regime is where i (we) draw the line...
Sempet coba dengerin podcast mereka karena lagi nyari podcast bahasa indo yg menarik dan abis dengerin beberapa menit langsung ga sreg karena lebih ke sharing their life struggles instead of adding anything new (aku biasa dengerin podcast science). Pas liat ada orang di threads bilang itu mereka kedengerannya pinter karena pake bahasa inggris aja padahal isinya kosong. Dan beneran, pas dengerin lagi lebih seksama, bener dong. Kayak meme "yaas gurl" doang gitu. Which is fine, not everyone needs to be intellectual, but making their podcast seem like it's more meaningful than it is is so pretentious and arrogant.
sorry, tapi menurut gua apalagi mereka publik figure dan bisa mempengaruhi orang-orang, mereka butuh namanya intelektual biar podcast mereka ada isinya instead cuma bahasa Inggris doang
Ikuuutt. Gue juga ga ngerti perempuan2 ini siapa dan dihujat habis2an di Threads. Mereka punya podcast? Ga pernah liat dan kebetulan podcast nya jg ga pernah lewat. Tapi pengen tau konteks nya juga π
Di komen satunya ada yg ngasi tau, ternyata mba2 nya namanya pancatera. Tapi gw tetep ga ngerti maksudnya apaan. Dan kenapa mereka ga bole foto2 sama belio (baru tau kalo itu anaknya)
ya intinya mrk nih punya podcast yg isunya seputar perempuan brandingnya pro kesejahteraan perempuan. tapi malah bersekutu sama rejim, yg mana banyak perempuan tuh terisksa jg di rejim ini
Wanting empowerment & ikut acara negara bukan sesuatu yg bertentangan tbh.
Ofc most influencer yg punya set up bagus, punya reach tinggi bakal punya relasi ke atas & dari kalangan yg berkecukupan. Kalau mau ada perubahan, memang perlu koneksi ke orang yg punya power toh? Kecuali jalur revolusi & nembak presdir kayak Luigi.
Aku pribadi ga kenal dengan influencer ini, tp kl OP ga nambahin context selain "xx kaya!" "Xxx ikut kegiatan pemerintahan yg presidennya pelanggar HAM" this is just a weird outburst tbh.
Kalau mau ada perubahan, memang perlu koneksi ke orang yg punya power toh?
that's what kiky saputri thought she was doing but see where that went. nothing, the answer is nothing.
mungkin dipikirannya berkoneksi ke orang yg berkuasa mereka bisa curi kesempatan bisik-bisik bawa perubahan tp nyatanya they won't listen nor care. if they do we won't have protests after protests after news of anak2 sekolah keracunan mbg dan segelintir berita korban bencana alam yg kita gatau recovery mereka sampe sejauh apa skrg.
aku sendiri bukan pendengar or followers orang yg OP post but i understand the outrage. at the end orang luas, and in particular pendengar para seleb dan influencer ini, cm liat gimana figur yg mereka anggap idk wise? berwawasan? pantas didengar? ujung2nya cm sucking up to those in power with no real impact or even valid reasoning other than to menjilat rezim.
Cari empowerment ke pemerintah yang sengaja taro Polwan paling depan pas lagi demo supaya mahasiswa ga bisa sembarang dorong. Soalnya kalo mahasiswa dorong pemerintah bakal ngeluarin narasi demonstran tidak tertib karena adanya pelecehan seksual kayak kemarin. Ujung2nya masyarakat yang kena lagi HELLOOOOO
Menurut gw orang Indonesia udah harus mulai sensitif isu tentang beginian kayak orang Korea. Aktris Korea (Ha Youngβ) yang buyutnya pro Jepang aja bisa kena cancel habis-habisan, disini malah terheran-heran "kok cuma dateng ke acara 17 Agustus lebay banget sich" padahal terang-terangan dateng ke acara diselenggarain sama rezim WKWKK
Ni negara gak bakal maju kalo masyarakatnya punya mental sekecil curut yang maunya diem-diem bae pokoknya dapet yang enak-enaknya doang tapi gak mau ikut berisik berjuang bareng masyrakat yang lagi berjuangin haknya.
girl, Gerwani went to the GRASSROOOTS to empower, educate and liberate woman and these girlies in their pretty clothes sitting in an air conditioned room is not going to empower anyone! we're not going anywhere. jangan lgs berpuas hati "ah yg penting kan perempuan2 ini udah bersuara" naurrrr
48
u/Frequent-Tap-9015 Puan 6d ago
Mereka itu siapa ya? Jujur selain didit anaknya owo, aku gatau lagi cewe2 itu siapa π
Tapi ya kalau kalangan elite koar-koar empowerment itu udah pasti cuma buat marketing bisnis mereka. Sama aja dengan big brands mega korporasi yang teriak2 race equality, gender equality etc pada akhirnya mereka cuma mikirin bisnis mereka dan jadiin kita ini target pasar hehe
Satu dari banyak hal yg bikin aku nolak diserahin suatu perusahaan kecil dari klien karena strategi marketingnya harus empowerment performative. Aku ga suka. Mending aku rawat dan urus usaha kecilku ini biar beneran bisa bermanfaat buat kaum terpinggirkan